Emotional Healing Bareng Adjie : Cara Mengurangi Resiko Depresi

April 13, 2019



Note : Ini adalah tulisan yang ku rangkum dari utas akun Adjie Santosoputro dengan tema #EmotionalHealingBarengAdjie. Aku juga sudah mendapatkan izin untuk menuangkannya kembali dalam blog ini. Selamat membaca (dengan perlahan) 😚

Kadang terpuruk sedih dalam jangka waktu tidak lama itu wajar. Namanya juga hidup, enggak cuma tersusun atas tawa tapi juga air mata. Namun, aku pernah berada di suatu masa larut dalam sedih berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Keadaan depresi ini ternyata juga mungkin dialami oleh orang di berbagai usia. Di suatu masa dalam hidup ini, seseorang berpotensi mengalaminya Depresi ini keadaan yang rumit. Disebabkan oleh banyak hal. Enggak bisa disembuhkan hanya dengan: “Perbanyak bersyukur atau hidup kaya.”

Yang pernah aku rasain campur aduk sih. Cuma yang sering ya perasaan terpuruk sedih, tak berdaya, hidup ini menyebalkan. Bahkan hal-hal yang dulunya menyenangkan, terasa jadi begitu membosankan Termasuk juga mudah marah, enggak bisa tidur, selera makan turun, juga gampang sakit.

Nah salah satu cara yg selama ini kulakukan buat mengurangi risiko depresi & kurasa efektif adalah: OLAHRAGA JALAN KAKI DI LUAR RUANGAN Minimal 15 menit, setiap hari. Dan ini pun cara yang terbukti ilmiah, sehingga Psikolog Psikiater praktisi kesehatan mental juga menyarankannya.

Kenapa sebisa mungkin aku olahraga jalan kaki di luar ruangan minimal 15 menit setiap hari? Karena berdasarkan penelitian, orang yang tubuhnya aktif bergerak, risiko depresi dan batinnya sakit jadi lebih kecil Karenanya, resep sehatku: ajak tubuhku bergerak, ajak pikiranku diam.

Pas depresi, atau pas aku kakehan sambat, aku akan meluangkan waktu minimal 15 menit untuk keluar ruangan, olahraga jalan kaki. Meski enggak pas depresi pun aku juga melakukannya sebisa mungkin setiap hari. Ditambah meditasi 20 menit Tapi tak apa kalau sambatnya sama @nksthi ^_^

Biar risiko depresi berkurang, apa olahraganya harus olahraga berat sampe ngos-ngosan? Enggak harus. Pernah baca penelitian, yang diperlukan hanyalah olahraga 15 menit & detak jantung lebih cepat 50%. Contoh: Kalau pas istirahat detak jantung 60/menit, maka perlu jadi 90/menit.

Memang tantangan sekarang ini hp, gadget, tuntutan pekerjaan dan gaya hidup cenderung mengajak untuk miskin gerak. Tapi, biar resiko depresi berkurang, saranku: bergeraklah. Gerakkan tubuhmu. Jalan kaki, olahraga. Dan ajaklah pikiran untuk diam. Hening, meditasi. - Sekian

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.