Sepatu Lokal Sneakypair : Worth it or Not?

Sebenarnya udah cukup lama saya mengenal beberapa jenama sepatu lokal karena sering wara-wiri di media sosial, seperti Ventela, Compass, Geof Maxx Footwear, PVN,  atau NAH Project. Tapi kali ini saya justru memutuskan untuk membeli salah satu model dari sepatu lokal yang berpusat di Bandung, Sneakypair.

Faktor yang bikin saya berani untuk mencoba sepatu lokal adalah ulasannya yang cukup baik di laman marketplace serta pengalaman positif seorang teman yang juga pengguna sepatu lokal. Saya emang cukup lama maju mundur karena sadar kondisi kaki yang gampang banget rewel kalau salah pilih footwear.

Berhubung saya emang lagi cari sepatu putih, Sneakypair Voresta yang dibanderol Rp 179.000 dengan tampilan gayanya yang terkesan bersih dan sederhana, langsung sukses bikin saya jatuh cinta dalam sekali pandangan mata. Enggak butuh waktu lama untuk saya melakukan checkout dari keranjang di salah satu marketplace berwarna jingga. Beruntungnya, ada diskon pengiriman karena jumlah pembelanjaan saya lebih dari Rp 30.000 dan sekitar 2 hari kemudian, sepatu idaman udah sampe di tangan.




Nah sekarang saya mau ngomongin apa aja yang saya suka dari sepatu Sneakypair Voresta. Yuk cekidot!
  1. Pertama kali lihat penampakannya, jujur aja sepatu ini lumayan di luar ekspetasi (dalam pengertian yang positif). Saya seneng banget dengan bentuk sepatunya yang cukup ramping, jadi kelihatan seimbang  sama bentuk kaki saya yang memang kecil.
  2. Bahan utama yang digunakan bertekstur kulit jeruk namun tetap halus dan terasa fleksibel.
  3. Terdapat 2 garis variasi berbahan velvet yang bikin sepatu jadi kelihatan lebih cantik.
  4. Jahitannya rapi dan tidak ada sisa lem pada sepatu.
  5. Collar dan topline yang empuk.
  6. Sepatunya cukup empuk saat digunakan.


Udah kan ngomongin yang bagus dari sepatu ini, nah sekarang kita lanjut ngomongin bagian yang saya kurang suka dari sepatu Sneakypair Voresta. Apa aja sih?
  1. Bagian lidah sepatu yang terlalu panjang. Bagian ini akan lebih nyaman jika panjangnya dikurangi 0,5 - 0,7 cm.
  2. Outsole yang cukup empuk, dikhawatirkan gampang aus.
  3. Ukuran sepatu 1 nomor lebih kecil dari ukuran sepatu biasa.
  4. Ruang bagian depan sepatu agak sempit.


Secara keseluruhan, saya cukup suka dengan sepatu ini. Setelah saya gunakan untuk berangkat dan pulang kerja, sepatu ini rasanya memang agak sedikit kurang lentur. Mungkin juga karena sepatu masih terbilang baru. Oiya, satu tips dari saya saat mengenakan sepatu ini adalah jangan tarik tali sepatu terlalu rapat dan kencang agar kakimu masih mendapat ruang yang cukup nyaman untuk bergerak.

Semoga di kemudian hari ada kesempatan lagi untuk saya mencoba sepatu lokal dengan jenama dan model lainnya.

Kalau kamu, tertarik untuk beli juga?

Ciao!

Update setelah 8 bulan pemakaian Sneakypair Voresta:
Ternyata kaki saya tidak cukup bisa berdamai dengan jenama satu ini. Bagian belakang pergelangan kaki selalu berakhir lecet yang akhirnya memaksa saya untuk menginjak bagian belakang sepatu alih-alih menggunaknnya dengan benar. Saya tak menyalahkan sepatunya, mungkin kaki saya saja yang memang tak cocok.

Bentuk dan dimensi sepatu yang sebelumnya ramping juga agak berubah dan terlihat sedikit lebih besar dibanding sebelumnya.

3 komentar

  1. Aku kurang ngerti mba, sepatu lokal, tapi di lidahnya ditulis Made in China, trus ada Made in kotha?? Jd sbnrnya buatan siapa yaa? Bukan buatan lokal Indonesia maksudnya?

    Jujur baru denger merk ini. Aki sbnrnya ga ada masalah pake produk lokal. Yg ptg enak dipakai kok. Dan utk urusan sepatu , aku paling males beli online. Pasti salaaah deh ukurannya -_-

    Jd LBH suka beli di toko nya. Tapi kalo sdg begini, masih ragu mau kluar :D. Penasaran juga ih pgn liat model2 lain dr sepatu sneakypair ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. informasi di lidah sepatu sepertinya hanya aksesoris, Mba. Soalnya antara Kotha dan China, enggak sinkron. Ini juga saya coba-coba aja sih karena saran seorang teman yang puas setelah pakai merk lokal

      Hapus
  2. Mohon maaf sebelumnya tapi sneakypair bukan produk lokal. Mereka menulis diketerangan e-comerce sebagai sepatu import. Dari awal lihat etalasenya udh kelihatan bukan produk lokal. Desain-desain sepatunya keliatan desain sepatu-sepatu China.

    BalasHapus