Kompasianival 2019, Ajang Kopi Darat Blogger dan Netizen Terbesar se-Indonesia

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Sabtu, 23 November 2019 merupakan salah satu hari paling asik dalam hidup saya. Bagaimana tidak, jika saya bisa ketemu dan belajar langsung dari orang-orang hebat mengenai banyak hal dalam satu tempat dan waktu yang bersamaan. Emang sih saya agak telat (karena macet tentu saja) dari waktu yang ditentukan, tapi ternyata hal itu sama sekali enggak bikin saya kehilangan moment berharga tersebut.

Nah ternyata ada beberapa sesi bincang ringan dalam acara kemarin, lho. Tapi karena batere ponsel yang hampir habis, saya terpaksa harus pulang lebih dulu huhuhu. Buat kamu yang enggak bisa datang, jangan khawatir. Berikut beberapa poin yang bisa saya rangkum. Simak yuk ^_*

How To Branding Yourself

dok. pribadi
(Ki-Ka : Dita Soedarjo, Ivan Lanin, Christiani Grace)

Narasumber pertama yang saya ikuti adalah Ivan Lanin dan Dita Soedardjo dalam sesi bertema "How To Branding Yourself". Dita menyampaikan bahwa untuk beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk dapat memudahkan kita dalam menjenamakan diri ke dunia luar, yaitu:
  1. Lakukan apa yang kamu cintai;
  2. Cari tahu apa yang kamu sukai; dan
  3. Maksimalkan sosial media untuk melakukan passionmu.
Nah berikut adalah hal penting lain yang perlu kamu perhatikan untuk tetap menjaga jenama diri yang telah kamu bangun dengan susah payah sebelumnya:
  • jangan mengikuti aturan orang lain, kamu berhak menentukan apapun sesuai kemauanmu;
  • sadari bahwa kamu istimewa dan berharga;
  • jangan biarkan orang lain memberi label tertentu;
  • tak perlu membandingkan diri dengan orang orang lain;
  • jangan menggadaikan prinsip hanya demi mengejar sejumlah uang.

dok. pribadi
(Ki-Ka : Dita Soedardjo, Ivan Lanin)

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam memanfaatkan sosial media untuk menjenamakan diri, seperti:
  • membangun jaringan atau relasi;
  • mengenal komunitas;
  • gunakan hastag;
  • berani memulai percakapan, haus akan ilmu dari orang lain
  • percaya diri;
  • jangan segan membagi ilmu atau merespon pertanyaan di sosial media;
  • gunakan minimal 2 jenis sosial media.



Ivan Lanin kemudian juga menambahkan, bahwa salah satu cara untuk dapat menjenamakan diri adalah dengan fokus melakukan sesuatu secara terus menerus. Beberapa orang butuh waktu hingga bertahun-tahun untuk dapat membangun jenama diri. Seperti dirinya yang memulai menekuni sebagai bahasa sejak tahun 2003 hingga kini. Ia juga berpesan untuk terus ikhlas berbagi informasi karena dengan hanya dengan begitu lah ilmu akan menetap bahkan bertambah.

PERSPEKTIF "REUNITE"

Sesi bincang kedua yang saya ikuti menghadirkan Tsamara Amany dan Rahayu Saraswati sebagai narasumber. Membahas kisah-kisah unik dari balik layar pesta demokrasi lima tahunan yang telah berlangsung beberapa bulan yang lalu, yang sebelumnya tak banyak orang ketahui.

Tsamara misalnya, mengaku meski sering berdebat dengan lawan bicara dalam banyak acara bincang bertema politik, namun itu semua hanya terjadi di depan kamera. Mereka akan kembali bicara akrab layaknya dua orang sahabat lama dan membahas hal-hal yang menyenangkan saat break iklan. Hal senada juga diamini oleh Saras, yang mengaku dapat banyak pertanyaan dan respon keheranan saat ia mengunggah foto bersama dengan para kader partai atau tokoh politik yang memiliki pandangan yang berbeda.

dok. pribadi
(Ki-Ka : Tsamara Amany, Rahayu Saraswati, Christiani Crace)

Baik Sarah maupun Tsamara mengaku bahwa guliran berita hoax pada pesta demokrasi beberapa bulan yang lalu memang cukup mengkhawatirkan. Hal tersebut bahkan hampir mengancam persatuan bangsa, dan sayangnya kebanyakan para elite justru seolah tak berniat mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara berpolitik yang santun dan elegan. Mereka seolah membiarkan kekacauan terjadi di masyarakat demi meluluskan kepentingan pribadi, segelintir orang atau kelompok sendiri.

dok. pribadi
(Ki-Ka : Tsamara Amany, Rahayu Saraswati, Christiani Crace)
Nah kalo foto yang di bawah ini adalah sesi pengenalan JnT yang meski baru menginjak usia 4 tahun meramaikan bisnis eskpedidi di Indonsia, namun sudah cukup menarik kepercayaan masyarakat. Salah satu buktinya adalah berbandingan capaian jumlah paket yang dilayani oleh JnT selama 2018-2019. Pada awal 2018, jumlah  yang diterima oleh JnT mencapai dua juta paket/ hari dan 3,6 juta paket pada harbolnas. Sedangkan pada 2019, jumlah yang diterima mencapai 4,5 juta paket/ hari dan 6 juta paket pada harbolnas. Keren!!

dok. pribadi
(Ervan as Event and Partnership JnT)

Eitss! Acara Kompasianival 2019 ternyata enggak cuma bincang ringan lho. Ada juga stand komunitas film dari kompasiana yang dikenal dengan nama KOMIK. Mereka bagi-bagi merchandise unik dengan syarat mengikuti permainan lucu, mengikuti akun media sosial Instagram milik KOMIK, dan atau mengunggah foto stand KOMIK di Instagram. Yang penting hepiiiiiiii

dok. pribadi
Komunitas Film di Kompasiana

Enggak cuma pamer koleksi merchandise keren dari beberapa film, KOMIK juga memamerkan buku antologi mereka lho. Tentunya berisi cerita dari pengalaman mereka selama menonton film. Hemm.. penasaran enggak sih?

dok. pribadi
Pengunjung bisa ikutan games untuk mendapatkan hadiah menarik

dok. pribadi
ini syaratnya untuk ikutan dapat hadiah
Nah kalau ini adalah foto bingkisan yang saya dapat karena bertanya pada sesi bincang dengan JnT. Alhamdulillah. I love you 3000 pokoknyah hahahah

dok. pribadi (oleh-oleh dari J&T hehehe)

Kalau tahun depan event lagi, saya juga mau ikutan lagi ahhhh. See ya!

39 komentar

  1. Kuberharap ada acara serupa di Semarang atau Salatiga, kemudian pas hari libur shg aku bisa ikutan.

    #duh kok banyak banget mintanya ya saya. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa Mas, siapa tau nanti didengar kompasiana kan? hehehe

      Hapus
  2. tak diragukan lagi, Kompasiana memang tempat berkumpulnya para penulis dan bloggeryang tersebar di seluruh nusantara. dan kompasiananival merupakan ajang atau event yang paling ditunggu oleh seluruh membernya. acaranya selalu menarik karena dihadiri oleh nara sumber yang ciamik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya beruntung bisa ikutan walau daftarnya mepet

      Hapus
  3. Acaranya kelihatan seru banget dan pasti bakal nambah ilmu. Seumur-umur belum pernah ikut acara dengan pesertanya blogger dan membicarakan soal konten. Semoga lain waktu bisa ikutan acara serupa, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaminn. Saya juga tau event ini dari teman sesama blogger

      Hapus
  4. Wah enaknya bisa menikmati acara bareng kompasiana tentu ketemu banyak temen2 blogger ya silaturahim.. Sayang kemarin waktunya bersamaan dengan acara lain next event semoga bisa ikutan.

    BalasHapus
  5. Mupeng banget liat kawan2 blogger pada ngumpul di sini. Hiksss saya jauh di Medan pengen juga bisa hadir, Syukurnya udah ditulis nih sama mba e ngapain aja di kompasianival. Jadi gak penasaran lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. smeoga kompasiana juga mengadakan event keren ini di seluruh Indonesia ya, biar kita semua bisa belajar

      Hapus
  6. di kata-kata pembuka saya membaca ini ..
    jangan mengikuti aturan orang lain, kamu berhak menentukan apapun sesuai kemauanmu;
    sadari bahwa kamu istimewa dan berharga;
    jangan biarkan orang lain memberi label tertentu;
    tak perlu membandingkan diri dengan orang orang lain;
    jangan menggadaikan prinsip hanya demi mengejar sejumlah uang.

    benar-benar tersentuh di hati saya selama jadi blogger itu yg saya pegang selama ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap, Mas. Saya belajar banget kemarin itu. Mba Dita emang keren

      Hapus
  7. Duuh serunya, sayang banget sebagai blogger daerah rasanya acara tersebut terlalu jauh untuk dijangkau *berat diongkos :P* tapi terima kasih sudah berbagi cerita di sini mbak. Setidaknya saya juga dapat sari pati ilmunya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya hanya cukup beruntung masih tinggal di pinggiran kota, semoga kompasiana mengadakan event serupa di kota-kota lain di Indonesia

      Hapus
  8. Berharap Komasianival mengadakan roadshhow ke kota-kato lainnya, jadi makin bermanfaat buat para kreator-kreateor Indonesia.

    BalasHapus
  9. Terima kasih sudah berbagi cerita,,,
    aku mesti buka kamus lagi nih, apa sih artinya "menjenamakan diri" ?

    Btw, tahun depan kira-kira ada lagi nggak ya Kompasianival ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jenama adalah padanan kata untuk "branding"

      semoga ada lagi, saya juga mau ikut heheheh

      Hapus
  10. Jenama belum populer sebagai padanan kata untuk brand, tetapi dengan adanya sesi bincang santai yang diadakan Kompasiananival, jenama dan penjenamaan bisa lebih populer.
    Orang seperti Ivan Lanin yang bergiat dengan bahasa itu tekun banget. Saya salut bahwa dia berhasil membangun penjenamaan diri lewat bahasa. Dulu saya tahunya beliau sebagai pemilik blog rubrikbahasa yang setia saya sambangi. Lalu berteman di Facebook pada tahun 2013/2014, lupa. tahunya sudah beken pada tahun 2018 karena saya tak bisa terkoneksi dengan internet di rumah. Lalu kami satu WAG bahasa. Orangnya asyik dan ramah bahas bahasa.
    Ikut Kompasiananival itu asyik banget, ya, beroleh banyak ilmu bermanfaat dan hadiah keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhhh, Mbak Ida ternyata sudah aktif di dunia bahasa sejak lama ya? Kerennnnn

      Saya kagum dengan Uda Ivan yang bersedia meluangkan waktunya menjawab pertanyaan netizen, termasuk saya heheh

      Hapus
  11. Sharing is caring. Membaca tulisan Mba Endah, secara langsung mba sudah mempraktikkannya. Semoga sukses menekuni passionnya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Muti, saya banyak blajar banget. Maklum masih pemula hehehehe

      Hapus
  12. Materinya sangat berbobot, saya yang masih malu malu dalam bersosmed, jadi ingin melakukan tips yang dijelaskan. Selama ini sosial media hanya untuk punya saja belum ke arah branding.

    Akan coba perlahan semoga akun media sosial yang ku punya bisa banyak manfaatnya untuk orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga, Mas. Makanya moment kemarin jadi memicu kesadaran saya juga. Selama ini sosmed cuma buat sambat sama misuh hahahaha

      Hapus
  13. Yakin deh, acara2 seperti ini nggak bakal nyesel untuk dihadiri. Sebab, bisa dapet insight yg banyak dari narsum2 yg juga tidak diragukan lagi. Btw, saya suka ngikutin ivan lanin. Beliau sangat menginspirasi sekali, terutama untuk kita tetap mencintai bahasa kita sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, saya juga follow beliau di twitter. Sangat sangat sangat menginspirasi

      Hapus
  14. Duh ketawanya mas Ivan Lanin bikin gemes hahaha. Seneng deh ada acara kayak gini, banyak manfaat dan keseruannya. Dan lebih seneng lagi, walaupun ku tak ikutan, tapi dapet ilmunya dari artikel mbanya. Seneng akutu baca soal How to Branding Yourself. Apalagi bagian poin sadari bahwa kamu istimewa dan berharga dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Makasih sharingnya mba :)

    BalasHapus
  15. Nyesel aku kemarin ga jd dtg ke event Kompasianival ini. Pasti banyak banget dapet insights dan nambah network. Keren banget ya itu yang pada dapat Kompasianer of The Year. Semoga kelak kita bisa ya mba ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. aamiin.. tapi mbak dululah, saya mah apa atuh heheheh

      Hapus
  16. asiknya bisa kopdar sama temen2 kompasiana,, seru kelihatannya ya mbak,, aku belum sempet isi konten di kompasiana pdhal udah daftar dri lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. TEtap semangat, Mba.. Tahun depan semoga bisa ikut acaranya

      Hapus
  17. Bagus banget poin yg jangan menggadaikan prinsip demi uang. Secara sebagai influencer, buzzer atau apapun yg namanya nulis pesanan itu kadang tanpa terasa telah mengobral prinsipnya demi bayaran ya hik hikss... TFS, acara yg bagus sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah mengikuti workshop tentag buzzer, katanya gapapa asal kalimatnya bisa diolah agar ga terlalu kelihatan jualan heheheh

      Tapi kalau sering terima pesanana buat bagus-bagusin produk ntar cepet capek lho

      Hapus
  18. Seru ya acaranyq. Seandainya dekat, saya pasti datamg. Hal yang saya rasakan banget tu berkomunitas. Dg berkomunitas byk kesempatan bisa datang.

    BalasHapus
  19. Hai, mbak endah, saya Kompasianer juga. Tapi karena di Solo nggak bisa ikut rangkaian acara dalam rangka ultah nya Kompasiana. Semoga sukses ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh, salam kenal. Tetap semangat ya, Mba. Semoga kompasiana bisa mengadakan event sejenis di kota2 lainnya di Indonesia

      Hapus
  20. Saya kok terfokus ke hadiah oleh-olehnya lucu tetikusnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lucu emang, tetikus bluetooth, jadi ndak perlu dongle hehehhe

      Hapus