Transportasi Modern? Yuk Coba LRT

April 30, 2019



Hai.. Hai.. Hai...

Kali ini aku mau cerita pengalaman mencoba transportasi super keren yang pastinya akan membuat hidup jadi makin hidup. Dengan mengusung konsep transportasi modern yang tak hanya nyaman, namun juga cepat dan dapat diandalkan. Yap, apalagi kalau bukan LRT (Lintas Rel Terpadu) Jakarta.

Sekilas Tentang LRT

Proyek LRT Jakarta yang dibangun oleh JakPro di bawah pengawasan Pemprov DKI, diharapkan dapat menghubungkan Jakarta dengan kota disekitarnya melalui LRT Jabodebek yang dibangun oleh PT. Adhi Karya.

Memiliki slogan “Moving People, Connecting Communities”, LRT Jakarta diharapkan menjadi moda transportasi yang LINCAH, RAMAH, dan TERPERCAYA. Dan yang paling menarik lagi, LRT juga sudah terintegrasi lho dengan moda transportasi lain, seperti  MRT (Moda Rel Terpadu) dan BRT (Bus Rapid Transit). Hal ini pastinya akan membuat perjalanan kita jadi makin cepat ya.

Dimulai dari depo seluas 12 Ha di Pegangsaan Dua, saat ini pembangunan LRT sudah menyelesaikan fase pertama sepanjang 5,8 KM yang dibagi menjadi 6 stasiun, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Perjalanan itu dipastikan hanya akan menghabiskan waktu selaman 13 menit dengan masing-masing 2,5 menit untuk tiap stasiun. Dalam rencana jangka panjang, LRT Jakarta akan dibangun sepanjang 199 KM dengan 13 koridor.

Yuk intip stasiunnya!


dok. Pribadi - Tap-in stasiun LRT
Selain menggunakan kartu JakLingko sebagai akses masuk, penumpang juga bisa menggunakan kartu pembayaran digital yang dikeluarkan oleh 5 bank BUMN lho, seperti eMoney dari Mandiri, Brizzi dari BRI, Flazz dari BCA, Tapcash dari BNI, dan JakartaOne dari Bank DKI. Banyaknya pilihan pembayaran bagi pengguna LRT, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan moda transportasi umum. Oiya tarif untuk melakukan perjalanan ini hanya Rp 5.000 (flat) lho. Sangat terjangkau ‘kan?

dok. Pribadi - Ruang Ka. Stasiun/ Pusat Informasi
Masih bingung atau kesulitan saat melakukan perjalanan? Tanya saja di Pusat Informasi ini. Petugasnya ramah koq.

dok. Pribadi - Pintu Otomatis

Adanya pintu otomatis ini akan mencegah penumpang atau barang pribadi terjatuh ke area rel. Tentu saja karena rel bagian dalam mengandung aliran listrik yang sangat tinggi, jadi akan sangat berbahaya jika pintu ini ditiadakan.

dok. Pribadi - Papan Informasi


Papan informasi petunjuk arah maupun kedatangan LRT juga tersedia di tiap stasiun. Dijamin penumpang enggak akan ketinggalan perjalanan.

Ada hal yang cukup membuat terkejut saat aku tiba di stasiun LRT, laju eskalatornya terasa lebih cepat dibanding tempat lain pada umumnya. Saat aku mengonfirmasi hal ini, Aditya Kesuma Negara dari pihak manajemen LRT membenarkan hal tersebut. Semua ini tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kecepatan para penumpang. Dengan ketinggian lokasi stasiun LRT dan jumlah tangga yang cukup banyak, ketersediaan eskalator cepat ini benar-benar sangat membantu lho.

Fasilitas di stasiun LRT juga terbilang lengkap. Pada lantai pertama terdapat ticket vending machine, mesin cek saldo, dan toilet – untuk wanita, pria, dan pengguna kursi roda. Sedangkan musala dan tempat wudhu terdapat di lantai dua. Oiya, setiap stasiun juga dilengkapi lift, ya. Makin memudahkan untuk penumpang berkebutuhan khusus dan lansia. Mantap ‘kan?

dok. Pribadi - Papan Informasi

Lupa isi saldo? Tenang, tiap stasiun LRT juga dilengkapi mesin tiket koq. Cara penggunaannya sama dengan mesin yang digunakan untuk Commuterline. Jadi bisa langsung top-up deh.

dok. Pribadi - Ticket Vending Machine


dok. Pribadi - Ticket Vending Machine (lebih dekat)
Setelah top-up, jangan lupa cek saldo sebelum melanjutkan perjalanan. Posisinya hanya beberapa langkah dari mesin tiket. Pastikan juga jumlah saldo sudah benar. Jika terdapat masalah, segera laporkan pada petugas setempat agar dapat langsung ditangani.

dok. Pribadi - Mesin cek saldo

Untuk memenuhi standar keselamatan, tiap stasiun LRT juga dilengkapi dengan informasi Peraturan Keselamatan, Emergency Evacuation Plan, Tanda Jalur Evakuasi, dan hydrant. LRT juga sudah melakukan enam belas simulasi pertolongan dalam situasi darurat seperti kebakaran, ancaman bom, mati listrik, bencana alam, dan lain-lain. Jadi enggak perlu khawatir lagi ‘kan saat melakukan perjalanan?

dok. Pribadi

Informasi mengenai Peraturan Keselamatan Layanan LRT Jakarta ini ditempel di stasiun LRT bersebelahan dengan informasi Emergency Evacuation Plan. Jadi penumpang dapat dengan mudah jika ingin membacanya.
dok. Pribadi


dok. Pribadi

Informasi mengenai jalur evakuasi juga lengkap. Jika terjadi situasi darurat, jangan panik! Ikuti arahan petugas dan segera menuju titik kumpul evakuasi.

dok. Pribadi

Hydrant dan APAR yang terdapat di stasiun LRT. Keren ‘kan?

Saatnya mencoba LRT!

dok. Pribadi - Penampilan dalam train set

Sedikit berbeda dengan Commuterline, kursi prioritas di LRT berada di sisi kanan dan kiri pintu masuk, hal ini tentu saja memudahkan pengguna transportasi umum prioritas untuk mendapatkan tempat duduk. Sedangkan tempat untuk pengguna kursi roda berada di tiap sudut train set.

Saat ini LRT memiliki dua waktu operasional, yaitu pukul 06.00 – 22.00 pada Senin- Jumat dan pukul 07.00 – 23.00 pada akhir pekan atau hari libur. Dengan target mencapai 14.000 penumpang/ hari, LRT berkapasitas 270 penumpang/ train set dalam sekali perjalanan. Waktu tunggu kedatangan LRT diperkirakan antara 5 – 15 menit, dengan total perjalanan sebanyak 245 – 282 kali/ hari. Konfigurasi LRV (Light Rail Vehicle) dapat mencapai empat train set dengan kapasitas hingga 1.080 penumpang. Wow!

dok. Pribadi - Papan Informasi Perjalanan

dok. Pribadi - Petunjuk situasi darurat


Setiap train set LRT juga dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Benar-benar terjamin aman deh naik LRT!
dok. Pribadi - Interkom untuk situasi darurat
Perbedaan yang cukup terasa saat menggunakan LRT adalah getaran dalam perjalanan yang sangat halus. Penumpang setia Commuterline pasti dapat dengan mudah merasakan hal ini.

Fasilitas Tambahan di Stasiun LRT

Untuk mengakomodasi kebutuhan semua penumpang, stasiun LRT akan dilengkapi dengan tiga hal berikut:
  1. Skybride sebagai sarana integrasi dengan BRT. Saat ini Koridor 2 BRT berintegrasi dengan Stasiun LRT Pulomas, dan Koridor 4 BRT dengan Stasiun LRT Velodrome,
  2. Halte Kiss & Ride. Suatu bentuk transfer point dengan metode drop-off/ pick up yang diberikan sedikit waktu (tanpa parkir). Titik ini dikhususkan bagi para penumpang yang akan atu telah melakukan perjalanan dengan transportasi online dan atau dengan kendaraan pribadi (pengamanan dan pengelolaan pedestrian sekitar stasiun dilakukan oleh petugas LRT),
  3. Lokasi Park & Ride. Titik-titik yang diatur oleh manajemen LRT bagi penumpang yang membawa kendaraan pribadi (pengamanan dan pengelolaan pedestrian sekitar stasiun dilakukan oleh petugas LRT).

Dengan banyaknya pilihan moda transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya, pemerintah berharap akan terjadi enam puluh persen perjalanan dengan transportasi umum pada 2030.

Setelah melihat dan mencoba moda transportasi LRT, bisa kupastikan jika LRT memang didesain agar ramah untuk semua pengguna. Keren! Akhirnya biarkan aku menutup cerita ini dengan sebuah kalimat dari film Toys Story, “Menuju tak terbatas, dan melampauinya!” – Buzz Lightyear.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah.. Makasih infonya. Baru tau kalo rel bagian dalam mengandung aliran listrik. Blom pernah nyobain LRT, semoga bisa naik kapan2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Jangan lupa share pengalamannya nanti ya Bu

      Hapus

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.