Ngobrol Film UKA-UKA The Movie : Horor Komedi dari Kisah Alas Moyang

Juli 23, 2019

Dok. Pribadi


Judul                    : UKA-UKA The Movie : Nini Tulang
Rilis                     : 25 Juli 2019
Genre                   : Horor Komedi
Sutradara             : Ubay Fox
Produser              : Ody Mulya
Produksi              : Max Pictures
Durasi                  : -
Pemain              : Steffi Zamora, Gusti Rayhan, Debo Andryos, Yuriko Angeline, Reza Aditya, Zulfa Maharani, Ricky Perdana, Toro Margens (alm)

Diangkat dari sebuah acara misteri di TPI (MNCTV) yang sempat ramai pada sepuluh tahun lalu dengan nama program Gentayangan, UKA-UKA merupakan segmen uji nyali yang paling ditunggu. Berawal dari penampakan Kuntilanak pada salah satu penayangannya, pamor Gentayangan pun makin meningkat. Kini UKA-UKA The Movie hadir sebagai pengobat rindu dari acara misteri yang dulu dikenal jujur dan tanpa rekayasa.

Sinopsis

Shelly (Steffi Zamora) sangat kesal dengan kelakuan teman-teman kuliahnya yang begitu sering menonton tayangan misteri UKA-UKA hingga ketakutan. Untuk membuktikan pada mereka bahwa tayangan acara tersebut merupakan rekayasa yang tak perlu dipercaya , Shelly akhirnya memutuskan untuk ikut dalam segmen uji nyali di Alas Moyang.



Sayangnya Shelly yang begitu sombong dan keras kepala malah melanggar kata pantangan di lokasi uji nyali dan membuatnya terjebak di dunia mistis. Parahnya, tak pernah ada korban selamat jika terjebak dalam dunia mistis yang menantang mitos Nini Tulang. Karena merasa bersalah, teman-temannya pun berusaha masuk ke dunia mistis demi menyelamatkan Shelly.

Pendapatku Setelah Menonton...

Seperti beberapa judul film horor yang telah tayang sebelumnya, UKA-UKA juga berangkat dari urban legend­ , yang sayangnya tak terlalu kuat untuk menjadi ide cerita tunggal. Belum lagi jalan cerita yang digarap kurang dalam dan serius, membuat film menjadi agak membosankan.



Scene yang saling tak mendukung, tokoh yang kurang berpengaruh, dan karakter yang kurang meyakinkan, menjadi kelemahan lain dari UKA-UKA. Misalnya pada adegan pembuka film yang memperlihatkan kesibukan dokter di ruang operasi, dimana seorang nenek mengamuk dan menolak tindakan amputasi untuk sebelah kakinya yang busuk dan penuh luka. Meski awalnya dokter berhasil membius sang nenek dan melakukan tindakan medis, sang nenek tiba-tiba kembali sadar dan mengucapkan sumpah untuk membunuh semua orang yang ada di ruang operasi. Sayangnya sampai akhir film, tak ada penjelasan mengenai alasan sang nenek menolak di operasi atau kondisi para dokter setelahnya.



Scene lain yang juga agak mengganjal adalah saat Shelly dan kawan-kawan berada di dunia mistis yang digambarkan sebagai goa dengan banyak lorong. Makhluk halus yang hanya melambai-lambaikan tangan dan teriakan manusia-manusia yang tersesat menghabiskan durasi yang cukup panjang. Dan ending cerita yang terlalu instan membuat saya gemas.

Belum lagi karakter Ki Gebleg (Toro Margens) yang ‘enggak guna’. Ia yang memerankan tokoh orang pintar alias dukun, hanya bermain game online seraya mengatakan satu kata secara berulang-ulang. Ia bahkan tak punya solusi saat terjadi sesuatu pada peserta uji nyali. Ada pula Reza (Reza Aditya) yang memerankan mahasiswa abadi bercelana cutbray yang sering melontarkan celetukan-celetukan lucu. Pertanyaan saya, mengapa harus : mahasiswa abadi, bercelana cutbray, dan kocak?



Meski memiliki banyak kekurangan, UKA-UKA bisa menjadi alternatif tontonan yang cukup menghibur. Abaikan saja jalan ceritanya dan nikmati bagaimana kekonyolan mereka bisa membuat tawa.

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.