Ngobrolin Film WIRA : Duel Maut demi Selamatkan Keluarga





Hai hai hai

Balik lagi nih sama #revieworangawam dan kali ini kita bakal ngobrolin film dari negeri Jiran berjudul WIRA. Film ini udah rilis hari ini 30 Januari 2020 di Indonesia, sedangkan di Malaysia sendiri udah rilis sejak November 2019.

Engak perlu berlama-lama, langsung aja yuk kita simak ceritanya! 

Sinopsis

Hasan (Haerul Azrin), akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman setelah 6 tahun menghilang dan meninggalkan keluarga. Hasan beralasan bahwa kepergiannya adalah untuk mengusir “iblis” yang bersarang dalam dirinya, sekaligus mengempaskan rasa kecewa karena keputusan orang tuanya yang tak mau melawan terhadap penindasan yang dilakukan oleh Raja, seorang pengusaha sukses di lingkungan mereka.

review WIRA

 Sesampainya di rumah, Hasan mengutarakan niatnya membawa Munas dan Zain, ayah dan adiknya,  pindah ke kota tempat ia tinggal selama ini sebagai seorang tentara. Namun ayah dan adiknya tak setuju dengan rencana tersebut, mereka tak ingin lari dari masalah seperti yang dulu dilakukan oleh Hasan .

Maka tanpa sepengetahuan keduanya, Hasan pun datang ke markas besar sang pengusaha, guna meminta agar sang ayah dan adik tercintanya dibebaskan dari semua hutang. Raja setuju untuk melepaskan keluarga Hasan hanya jika mereka berhasil mengalahkan anak-anak dari Raja dalam pertarungan di atas ring.

review WIRA

Pertarungan sengit tak dapat dielakan. Hasan yang terpaksa kembali menjadi petarung liar dan Zain, melakukan semuanya demi sang ayah. Namun Raja memiliki rencana lain, dimana tak ada seorang pun yang bisa lolos dari jerat perlakuan sadisnya.

Pendapatku setelah menonton...

Wira dibuka dengan adegan pertarungan antar 2 orang gadis muda di atas ring, yang buat saya cukup bikin hati terasa nyeri. Keduanya terlihat sangat garang dan penuh tekad untuk menang, meski pertarungan ini terlihat diadakan secara ilegal. Akting Fify Azmi dan Ismi Melinda di sini amat patut kita acungi jempol!

review WIRA

 Secara keseluruhan cerita Wira cukup enak untuk diikuti, meski ada beberapa bagian yang terasa dipaksakan terjadi demi kemunculan sebuah konflik. Seperti adu argumen antar Hasan dan sahabat lamanya, Nazmi, yang akhirnya membuat Hasan diserang belasan preman.

Tapi saya agak terganggu pada part  awal film, dimana Hasan terpaksa bertarung setelah keluar dari rumah Raja, yaitu saat kecepatan pemutaran seperti diatur 1,5x lipat. Termasuk cara bertarung Hasan yang sejak awal diceritakan sebagai petarung tanpa tanding, namun yang saya lihat Hasan justru hanya sedikit menyerang para preman, kemudian diikuti dengan adegan dorong-mendorong para lawan hingga mereka terjatuh.

review WIRA

 Beberapa adegan pertarungan Wira mengingatkan saya pada gerakan-gerakan di film THE RAID dan MERANTAU. Ya mungkin karena ada Kang Yayan ya sebagai penasihat beladiri sekaligus berperan sebagai musuh sang pahlawan.

Wira menciptakan banyak detail menarik di sepanjang film yang membuat saya jatuh cinta. Seperti perban yang kotor dan bersimbah darah karena Hasan yang terus menerus bertarung, kaos rumahan nan nyaman, wajah lelah dan berkeringat, atau latar tempat rumah susun nan kumuh.

review WIRA

Sayangnya adegan penutup film WIRA enggak terasa istimewa. Adrian Teh seperti kehilangan ide bagaimana mengakhiri kisah Hasan dan Zein yang sejak awal dibangun dengan ritme yang cukup memicu adrenalin. Namun terlepas dari segala kekurangannya, WIRA dengan durasi 109 menit amat layak mendapat apresiasi dengan penyematan 4 dari 5 bintang.

Judul               : Wira

Rilis                 : 30 Januari 2020
Sutradara        : Adrian Teh
Produser          : Adrian Teh
Genre              : Drama, Aksi
Produksi          : ACT 2 Pictures
Distibutor        : CBI Pictures
Durasi             : 109 menit
Pemeran          : Haerul Azrin, Yayan Ruhian, Ismi Melinda, Dain Sait, Fify Azmi

Tidak ada komentar