Ngobrol Film Underwater : Teror dari Dasar Laut

 

Balik lagi sama #revieworangawam yang kali ini akan bahas film Underwater. Sebuah film yang proses produksinya dimulai sejak Maret 2017 dan baru rilis tanggal 8 Januari 2020 untuk wilayah Indonesia, atau selang 2 hari dengan jadwal rilis di Amerika yaitu tanggal 10 Januari 2020.

Oiya saya nonton film ini pada Rabu, 8 Januari 2020 alias pada hari penayangan perdananya, bareng temen-temen komunitas pecinta film D'movie di Plaza Senayan. So langsung aja kita mulai ceritanya..

Sinopsis

Norah Price berteriak di sepanjang lorong salah satu stasiun pengeboran minyak, mencoba membangunkan semua orang pada pagi buta. Gempa bumi yang hebat membuat stasiun mengalami kebocoran pipa gas dan banjir. Kehancuran stasiun hanya menyisakan 6 orang pegawai peneliti air yang mencoba berusaha keluar dan menyelamatkan diri.



Rencana untuk sampai ke daratan pun dimulai. Namun kerusakan stasiun membuat jalur komunikasi ke dunia atas terputus dan satu-satunya cara untuk selamat hanyalah menuju stasiun yang berjarak 3 KM dengan berjalan kaki.


Sayangnya lolos dari gempa bumi tak berarti mereka lolos dari kematian. Sesuatu yang lebih menyeramkan tengah mengintai di dasar laut. Berniat menghabisi ke enam orang yang tersisa sebagai balas dendam atas rusaknya sebuah habitat yang seharusnya dibiarkan tetap menjadi sebuah rahasia. 

Pendapatku setelah menonton...


Ketegangan dalam film Underwater benar-benar dimulai sejak menit pertama. Ketakutan dan keputusasaan akan tipisnya harapan untuk hidup, seolah secara berulang menggaungkan keinginan untuk pasrah dan menjadikan kematian sebagai sebuah pilihan yang lebih baik. Efek traumatis digambarkan dengan sangat detail oleh  Kristen Stewart yang beberapa kali kehilangan teman sekaligus rekan kerja di depan matanya.




Bersyukurnya William Eubank sebagai sutradara tak berlaku semena-mena dengan menyelipkan lelucon lokal  nan konyol untuk meredakan ketegangan dalam film. Ia secara konsisten terus membangun kengerian demi kengerian yang perlahan-lahan membuat penonton mencintai semua karakter yang ada. Sayang harapan penonton tetap harus gugur oleh keputusannya mengurangi jumlah karakter dalam scene-scene mencekam di sepanjang durasi film.


Meskipun banyak ulasan yang mengkritisi film ini dengan hebat. Dan meski akhir film ditutup dengan adegan yang terkesan "yah gitu doang", namun Underwater tetap berhasil menghipnotis banyak orang dengan rangkaian kengerian yang seolah tak bertepi.

Saya tak berharap William Eubank mengendurkan aroma tegang dalam filmnya, namun menonton film ini sebagai seorang yang mengalami phobi terhadap laut adalah sebuah siksaan yang cukup mengerikan. Saya berulang kali perlu meyakinkan diri bahwa semua yang saya lihat hanyalah pantulan gambar di layar untuk tetap bisa bernapas.

Namun ketegangan tak juga mereda dan justru mencapai puncak pada detik-detik menuju akhir film. Aksi heroik sang karakter utama yang berisiko menyebabkan kematiannya, benar-benar membuat saya sakit kepala bahkan hingga sampai ke rumah. Underwater sumpah bikin susah bernapas!


Judul               : Underwater
Rilis                 : 8 Januari 2020
Sutradara        : William Eubank
Produksi          : 20th Century Fox, Chernin Entertainment
Produser          : Peter Chernin, Tonia Davis, Jenno Topping
Durasi             : 95 menit
Genre              : Action, Drama, Horror

Pemain       : Kristen Stewart, T.J. Miller, Vincent Cassel, Jessica Henwick, John Gallagher Jr., Mamoudou Athie

19 komentar

  1. Thank you infonya, film ini saya akan tonton dengan suami mungkin weekend karena cuman bisanya weekend hehehe, saya suka banget sama film film yang bikin tegang dan jump sacre.

    BalasHapus
  2. Cocok ditonton bagi penggemar film penuh ketegangan kalau dilihat dari reviewnya. Kalau boleh saya minta nilainya kira-kira berapa untuk film Underwater ini?

    BalasHapus
  3. Widiii Kristen Stewart 'lakik' banget yaaa tampilannya di film ini. Aku film-film bawah laut yg terakhir nonton itu The Meg, yg meranin itu si Jason Statham. Ada juga yg judulnya In The Heart of The Sea, filmnya Babang Chris. Kekeke. Seru aja gitu ya Mba Endah, nonton film teknik survival begini. Kadang ikut-ikutan nahan napas. Hehehe. Boleh dah ini layak ditunggu filmnya hadir di Catchplay Indihome rumah. Emak masih belum leluasa ngebioskop. Hahahaha

    BalasHapus
  4. Wah seru sepertinya ya mbak. Jadi penasaran. Kok tumben di Indonesia lebih dulu tayang?

    BalasHapus
  5. Filmnya berarti anti klimaks ya Mba Endah? Sehingga akhir cerita sampe banyak yang bergumam "yaaa gitu doank.."

    Kalo aku memang suka cerita mencekam begini mba.. penikmat thriller banget.

    BalasHapus
  6. Pengin lihat aksi Kristen Stewart dalam film yang menegangkan ini. Sebab selama ini di kepala saya, gambaran Kristen ya cewek yang anggun dengan lingkungan romantis.

    BalasHapus
  7. Film ini banyak memberikan cerita yang sengaja dipelintir, diputar dan dipenuhi dengan kejutan di setiap alur ceritanya, sehingga memiliki kesan yang menarik dan susah ditebak di luar dugaan para penonton

    BalasHapus
  8. berarti saya g akan nonton film ini. saya agak trauma dg kondisi terjebak apapun situasinya. apalagi di bawah air. :( ngeri

    BalasHapus
  9. Ini jenis film kesukaanku. Film suspense yang seru dengan latar yang tak biasa.
    Kayaknya harus nonton, nih, sama suami sambil kentjan.

    BalasHapus
  10. proses produksinya sampai 3 tahun. Kebayang pasti menghasilkan film yang keren sekali. Jadi penasaran pengen nonton juga

    BalasHapus
  11. Jadi endingnya yah gitu doang kak... ga takjub dengan kengerian2 yang disajikan.. yah .. jadi ga penasaran lagi dech...

    BalasHapus
  12. Setelah membaca ulasannya, kok saya jadi ikut merasakan seperti berada dikedalaman laut ya. Jadi ikut merasakan ketegangannya. Filmnya bagus yang bikin penasaran.

    BalasHapus
  13. Seru banget membaca cerita dari review filmnya, aku seneng banget dengan film yang aksi aksi gitu, apalagi pas adegan menegangkan

    BalasHapus
  14. Baca review nya menarik banget nih kayaknya, bolehlah dimasukin kedalam list film yang harus ditonton.

    BalasHapus
  15. Saya kira penonton Underwater mungkin ada yang bertanya kenapa pakai baju besar ala astronot begitu? Nyatanya memang tekanan di bawah laut jauh lebih tinggi dari di atas permukaan laut, kalau tidak pakai baju khusus badan bisa remuk. Selain sutradaranya yang telah berusaha maksimal, penulis naskah film ini juga patut diacungi jempol. Mereka memperhatikan logika ceritanya.

    Eh, itu hanya komentar saya setelah baca sinopsis ya. Kalau sudah nonton bisa jadi beda lagi, hhe

    BalasHapus
  16. Wow.. Kristen Stewart banting stir dari romance ke sci-fi!! Jadi penasaran gimana actingnya.. aku belum nonton filmnya. 😭

    BalasHapus
  17. Ternyata Kristen Stewart selain jago acting di film romansa, jago juga di film yang memacu adrenalin.
    Aku suka film yang dibintangi kristen di film Twilight
    Yang sukses bikin para remaja terhipnotis takjub.
    Semoga di film Under Water juga tak kalah sukses meski baru rilis di tahun 2020.

    BalasHapus
  18. ngeri banget ya diruangan yang berada pada dasar laut yang rusak digoncang gempa lalu berjalan kaki sepanjang 3 KM untuk selamat

    BalasHapus