Cara Efektif Atur Keuangan Bulanan Anak Kos


Keputusan menyewa kamar kos dapat menjadi sarana latihan untuk menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab. Bukan sekadar menikmati hidup dalam kebebasan, namun juga mengasah kebijaksanaan dalam menentukan pilihan.

Lokasi kerja atau kampus yang cukup jauh dari rumah seringkali membuat seseorang memutuskan untuk menyewa kamar kos. Selain tak ingin kelelahan di jalan sementara kegiatan begitu padat, menjadi pertimbangan yang cukup kuat dalam mendukung keputusan tersebut. Ya dari pada uang gaji habis untuk transportasi pergi pulang kantor, kan?

Beruntungnya saat ini banyak sekali aplikasi dan situs yang memudahkan kita dalam mencari informasi tempat kos yang sesuai keinginan. Dengan ragam harga dan fasilitas, seseorang dapat dengan bebas menentukan tempat kos yang paling cocok dengannya. Fasilitas seperti wifi, kamar mandi di dalam, dan kemudahan akses transportasi, adalah faktor yang cukup sering menjadi pertimbangan.

Namun menjadi anak kos tak melulu asik. Tentu saja salah satu hal paling dasar yang harus diketahui untuk bertahan hidup adalah cara mengatur keuangan bulanan anak kos. Tinggal jauh dari orang tua, menuntut kita untuk bersikap lebih bijak, dewasa, dan bertanggungjawab. Masa milih ngekos tapi masih minta sokongan dana dari orang tua? Malu ah!

Nah sekarang yuk kita bahas bagaimana cara mengatur keuangan bulanan anak kos supaya enggak perlu kalang kabut karena kehabisan uang di tengah bulan.

1. Buat anggaran bulanan

Buat daftar pengeluaran dan susun menurut sifatnya, dari yang paling penting sampai yang tidak penting sama sekali. Hal ini tentu dapat kamu pelajari sambil jalan, trial and error, namun kamu juga bisa bertanya pada teman-teman bagaimana cara mengatur keuangan. Meskipun tiap orang mungkin memiliki perbedaan pendapat, tapi secara garis besar biasanya tak jauh berbeda.


Kewajiban seperti membayar sewa kos, beli token listrik dan air, dapat masuk ke dalam nomor urut paling atas. Diikuti dengan kebutuhan mandi, perawatan tubuh, cuci baju, dan tentu saja anggaran hiburan. Sebagai anak kos, perlu juga koq sesekali keluar bersama teman-teman dan menghaiskan waktu dengan menonton film terbaru atau sekadar ngobrol sambil ngopi-ngopi asik.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi untuk membantumu mengatur keuangan bulanan. Tersedia banyak sekali pilihan di Play Store dan bisa kamu instal  sesuai dengan keinginanmu.

2. Jangan menunda pembayaran

Segera tunaikan kewajibanmu, jangan biasakan menunda meski ibu kos belum menagih. Kamu bisa saja tak sadar membelanjakan uang dai yang seharusnya dan membuatmu kehabisan dana untuk membayar tagihan. Jika sudah demikian, satu-satunya jalan adalah berhutang, dan tentu saja akan menjadi beban yang harus dibayar pada bulan berikutnya.

3. Masak sendiri

Masak dan menyiapkan bekal sendiri akan cukup banyak menghemat uang gajimu, lho. Uang sebesar lima puluh ribu dapat kamu tukar dengan setengah liter beras, setengah ekor ayam, sebungkus sayur sop, beberapa bungkus bumbu instan, dan rasanya cukup untuk mencukupi kebutuhan kamu makan satu sehari.


Membiasakan untuk menyiapkan bekal akan memaksamu untuk terus berlatih memasak, dan hal ini tentu saja akan melatih keahlian dalam memilih bahan makanan yang baik dan kreatif dalam menyusun daftar menu.

4. Menabung

Anak kos juga harus punya tabungan ya. Walaupun sedikit, kamu juga perlu menyisihkan gajimu untuk masa yang akan datang. Di awal rasanya tentu berat, namun jika dilakukan terus menerus, maka kebiasaan baik ini akan menempel dan pastinya akan membawa hal baik pada masa depan.



Mengalokasikan dana dengan memisahkannya di rekening berbeda, merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam mengatur keuangan. Dan tentu saja memilih tabungan bank dengan memakai rekening digital akan lebih memudahkan. Selain karena proses pembukaan rekening yang mudah melalui agen bank terdekat, kamu juga tetap dapat melakukan banyak transaksi seperti transfer dan pembayaran tagihan melalui telepon seluler.

Saya sendiri mencoba metode 30-10-20-40 dalam mengatur keuangan. Dimana 30% adalah jumlah maksimal pembayaran cicilan, 20% dialokasikan sebagai tabungan, 10% sebagai dana cadangan, dan 40% digunakan untuk biaya hidup. Tapi tentu saja, angka ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

5. Bersikap baik

Ingatlah untuk selalu menjaga hubungan baik dimana pun kita berada. Mengingat orang tua tinggal jauh darimu, hal ini akan sangat membantu di perantauan. Pemilik kos dan penyewa lain yang senang dengan sikap baikmu tentunya tak akan pelit membagi sedikit makanan mereka. Hitung-hitung berhemat, lumayan kan?

Karena kamu tinggal jauh dari orang tua, kamu juga harus ingat untuk selalu menjaga kesehatan. Siapkan obat-obatan dasar untuk sakit ringan yang mungkin menyerang tiba-tiba. Tentu saja agar uang tabungan tak habis tiba-tiba karena harus membayar biaya rumah sakit, kamu juga perlu mendaftarkan diri dalam program asuransi kesehatan seperti BPJS.

Nah kalau kamu pernah nyoba ngekos enggak? Ceritain yuk gimana cara kamu mengatur keuangan bulanan.. 

Tidak ada komentar