Cegah Stroke : Kenali Gejala dan Penyebabnya

Kenali penyebab dan gejalanya, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa penderita stroke.

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat untuk mencegah kematian sel-sel otak sang penderita. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 bahkan menunjukkan, bahwa stroke menempati peringkat kedua sebagai penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian, dan peringkat ketiga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Situs Kementrian Kesehatan RI menyatakan bahwa stroke dapat disebabkan oleh penyumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah yang menuju otak. Akibat turunnya kadar asupan darah dan oksigen ke otak ini lah yang kemudian menyebabkan kematian sel-sel saraf otak.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit stroke adalah dengan mengenali serta memahami penyebab dan perbedaan gelaja penyakit ini. Karena dengan tindakan penanganan yang cepat dan tepat, maka tingkat kerusakan otak juga dapat diminimalkan.

Mengenali Jenis Stroke


Stroke Iskemik

Dikutip dari situs Web MD, stroke Isemik disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri - yang menyuplai darah dan oksigen ke otak - akibat pecahnya simpanan lemak di arteri yang menyebar hingga ke otak. Penyempitan juga bisa terjadi ketika aliran darah terganggu–akibat detak jantung yang tidak teratur; membentuk bekuan atau gumpalan darah. Sebagian besar kasus stroke termasuk dalam kategori iskemik.

Stroke Hemoragi

Merupakan saat pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Hal ini dapat dipicu oleh hipertensi yang tidak terkendali, melemahnya dinding pembuluh darah, dan pengobatan dengan pengencer darah. 

Stroke Ringan (transient ischemic attack atau TIA)

Terjadi saat ada hambatan pada aliran darah ke otak. Dikutip dari situs Alodokter, stroke ringan terjadi karena adanya endapan kolesterol yang mengandung lemak (aterosklerosis) di dalam arteri. Gejala stroke ringan hanya berlangsung selama beberapa menit dan tidak menimbulkan kerusakan permanen. Namun orang yang pernah mengalami gejala stroke ringan umumnya berisiko mengalami gejala stroke berat.

Gejala Stroke

Gejala stroke pada orang dewasa biasanya terjadi tiba-tiba dan memburuk dalam waktu 24-72 jam. Gejala stroke bisa jadi bervariasi antara penderita yang satu dengan yang lain tergantung pada bagian otak yang mengalami stroke. Dikutip dari situs Halodoc, berikut gejala stroke yang mudah dikenali:

  1. Salah satu sisi wajah terlihat menurun, tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
  2. Tidak mampu mengangkat salah satu lengan karena terasa lemas atau mati rasa. Tungkai pada sisi lengan tersebut juga akan terasa lemas.
  3. Ucapan tidak jelas, kacau, atau tidak mampu berbicara sama sekali meski penderitanya dalam kondisi sadar.
  4. Mual dan muntah.
  5. Sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo).
  6. Kesadaran menurun.
  7. Sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak.
  8. Gangguan keseimbangan dan koordinasi.
  9. Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda
  10. Gejala stroke biasanya terjadi tiba-tiba dan menyerang satu bagian tubuh dan kemudian memburuk dalam waktu antara 24-72 jam.


Penyebab Penyakit Stroke


  • Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Hipertensi adalah dimana tekanan darah Anda rata-rata di atas 140/90 dan merupakan penyebab utama terjadinya stroke, terutama hemoragik. Hipertensi dapat terjadi akibat ginjal bermasalah, gaya hidup tidak sehat, atau konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Kebiasaan Merokok

Kandungan nikotin pada rokok dapat mendorong naiknya tekanan darah. Asap rokok memicu  penumpukan lemak di arteri leher utama dan mengentalkan darah sehingga berisiko terhadap penggumpalan darah.

  • Penyakit Jantung

Kondisi jantung bermasalah yang meningkatkan risiko terjadinya stroke termasuk gagal jantung,  cacat jantung, infeksi jantung, serta detak jantung yang tidak normal.

  • Diabetes

Diabetes tak hanya merusak pembuluh darah, namun juga membuat penderitanya memiliki tekanan darah tinggi yang berisiko memicu stroke. Kerusakan pada otaknya pun akan lebih berat jika kadar gula darah di tubuh sedang tinggi.

  • Kegemukan atau Obesitas

Orang yang kegemukan atau obesitas juga cenderung memiliki tekanan darah tinggi yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. 

  • Konsumsi Obat Tertentu

Dalam situs Web MD disebutkan ada beberapa jenis obat yang dapat meninggikan risiko seseorang terkena stroke, seperti obat pengencer darah (antikoagulan), terapi pengganti hormon, serta pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah.

  • Usia

Risiko terkena stroke akan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Setelah seseorang mencapai usia 55 tahun, risiko tersebut akan berlipat ganda tiap 10 tahun.

  • Riwayat Keluarga

Sebagian kasus stroke disebabkan kelainan genetik seperti tekanan darah tinggi, menderita diabetes, atau sakit jantung.

  • Jenis Kelamin

Pria memiliki risiko terkena stroke pada usia yang lebih muda dibandingkan perempuan. Namun, karena perempuan cenderung terkena stroke pada usia lanjut, kemungkinan untuk pulih lebih kecil dan risiko untuk meninggal lebih besar.

  • Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius yang menyebabkan kadar oksigen secara perlahan berkurang saat penderitanya sedang tidur. Masalah ini berbahaya karena penderita sleep apnea  bisa tiba-tiba berhenti bernapas dan membuat organ-organ tubuh termasuk otak kekurangan suplai oksigen yang cukup.

Situs Halodoc juga menjelaskan mengenai komplikasi yang bisa berakibat fatal akibat serangan stroke, seperti;

  • Deep vein thrombosis, yaitu penggumpalan darah di tungkai yang mengalami kelumpuhan.
  • Hidrosefalus, yaitu menumpuknya cairan otak di dalam rongga jauh di dalam otak (ventrikel).
  • Disfagia atau gangguan pada refleks menelan dimana makanan dan minuman bisa masuk ke dalam saluran pernapasan.


Cara Menghindari Stroke


Stroke dapat dihindari dengan mempraktikkan gaya hidup sehat seperti panduan dari Kementerian Kesehatan RI berikut:

  • Konsumsi Makanan yang Sehat

Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak serat, tak hanya dapat membantu melancarkan aliran darah namun juga berdampak positif bagi tubuh. Kurangi konsumsi makanan berlemak dan kandungan tinggi garam yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan berisiko memicu masalah pada pembuluh darah seperti penyumbatan.

  • Stop Merokok

Perokok, baik aktif maupun pasif  memiliki risiko yang tak kalah besar untuk terkena stroke. Alasannya, zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh dapat memicu penumpukan lemak di arteri dan mengentalkan darah.

  • Aktif Bergerak

Praktikkan gaya hidup aktif secara fisik dengan banyak bergerak dan olahraga secara rutin. Hal ini  dapat membuat peredaran darah menjadi lancar sehingga menurunkan risiko terjadinya stroke, menjauhkan diri dari kondisi kegemukan, dan risiko diabetes.

  • Kelola Stres dengan Baik

Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Stres yang timbul terus-menerus dapat mengakibatkan tekanan darah menjadi tidak stabil dan aliran darah menjadi lebih cepat. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan di aliran darah. Karena itu, Anda perlu memiliki strategi pengelolaan stres yang baik untuk menurunkan risiko serangan stroke.


Antisipasi Kerugian Finansial Akibat Sakit

 

Stroke ataupun penyakit lain dapat menyerang secara tiba-tiba. Tak ada seorang pun yang bisa menduga kapan dirinya akan sakit. Sayangnya ketika sakit, kita sering kali mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu untuk membayar berbagai biaya pengobatan, pemeriksaan medis, dan obat yang harus diminum.

Sebagaimana kita ketahui bahwa biaya berobat ke dokter tidaklah murah. Apalagi bila penyakit yang diderita tergolong berat dan membutuhkan tindakan medis yang rumit. Selain harus bolak-balik melakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter, atau bahkan rawat inap.

Sedihnya biaya tindakan medis selalu meningkat tiap tahun yang bila dihitung bahkan sulit diseimbangkan dengan sekadar menabung uang di bank. Langkah paling bijaksana untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan biaya pengobatan yang besar adalah dengan memiliki asuransi kesehatan.

Cukup dengan membayar premi dalam jumlah sangat terjangkau setiap bulan, kita akan mendapatkan manfaat penanggungan biaya kesehatan dari perusahaan asuransi. Tak hanya risiko kerugian finansial, kita juga tidak perlu pusing memikirkan bagaimana cara membayar pengobatan atau rawat inap akibat sakit.

Seperti produk asuransi kesehatan Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life yang menawarkan manfaat; berupa santunan rawat inap karena sakit atau kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, serta pengembalian premi (no claim bonus). PFI Mega Life menawarkan produk proteksi lengkap untuk kebutuhan jangka panjang maupun pendek Anda, seperti keperluan kesehatan dan pendidikan.

Produk asuransi kesehatan Mega Hospital Investa tak hanya menawarkan manfaat perlindungan yang nyaman, namun premi yang ramah di kantong. Dengan memiliki asuransi Mega Hospital Investa, Anda cukup membayar premi mulai dari Rp 7.000 per hari untuk mendapatkan manfaat pertanggungan sampai dengan Rp 1.000.000 per hari.

Jangan sampai tabungan Anda terkuras untuk membayar biaya pengobatan atau rawat inap saat sakit. Antisipasi kerugian finansial saat sakit dengan memiliki asuransi kesehatan sejak jauh-jauh hari, saat Anda masih muda dan dalam kondisi sehat. Proses pengajuan asuransi Mega Hospital Investa sangat mudah dan cepat, bahkan Anda tidak perlu melakukan cek kesehatan terlebih dulu.


12 komentar

  1. Hallo Kak Endah,
    makasih infonya yang sarat akan informasi.
    Saya jadi diingatkan kembali untuk meninjau kembali pola makanan yang banyak mengandung serat dan gaya hidup keluarga.
    Oia Untuk stroke yang paling berbahaya itu apakah hemoragi?

    BalasHapus
  2. Perlunya untuk menyadari bahwa stroke merupakan Silent Killer setelah Jantung. Serangannya itu secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan si penderita. Adanya kesadaran dari orang-orang sekitar untuk mengetahui gejala-gejalanya agar dapat menyelamatkan nyawa si penderita.

    BalasHapus
  3. Makasih Kak remindernya. Beneran nih makanan haru dijaga. Ibu mertua dulu darting trus stroke, sempat lumpuh sebelah kiri. Merot...Alhamdulillah cepet diterapi, jadi bisa kembali lagi...

    BalasHapus
  4. Stroke memang nyeremin ya, kita ga tau kapan datangnya. Jadi pengingat lagi agar makan makanan yang sehat. Semenjak Corona ini, saya jadi suka makan Indomi entah kenapa. udah gitu jarang gerak lagi. Malah jadi curhat saya haha

    BalasHapus
  5. Ternyata penyebab stroke itu beragam ya... Bahkan jenis kelamin juga memberikan potensi mana yang lebih cenderung terkena penyakit ini. Kalau ingat keluarga besarsbesar banyak yang perokok dan darah tinggi, jadi khawatir dengan potensi stroke ini.

    BalasHapus
  6. Takut banget sama gejala penyakit satu ini. Bener-bener sebisa mungkin menghindari penyebabnya.

    BalasHapus
  7. aku jadi teringat waktu mengikuti seminar di Kemenkes soal stroke ini dan barengan juga sama para orang-orang yg pernah mengalami stroke dalam riwayat hidupnya. Semoga kita sehat-sehat ya

    BalasHapus
  8. Ibuku kena gejala stroke kak. sementara ibu mertua sudah stroke. bibirnya sudah perot. skrg sih sudah agak mendingan. tapi sebelah matanya kayak menurun. baca artikel ini jadi lebih paham soal stroke. jadi bisa bergerak lebih cepat untuk menanganinya. thanks kak

    BalasHapus
  9. Jadi lebih paham lagi betapa pentingnya menjaga makanan dan pola hidup sehat ya kak. Terus kalau saya pahami lg ada satu bagian penting dr tubuh yg harus diperhatikan, yaitu darah. Krn rasanya jika aliran darah bermasalah peluang untuk terkena stroke sangat besar

    BalasHapus
  10. Aku termasuk yang punya berat badan berlebih ya sehingga memang aku harus menjaga dari sekarang. Maka dari itu skrng aku mulai membatasi makan nasi.

    BalasHapus
  11. Wah jadi takut lho kalau pil KB bisa menyebabkan stroke. Huhuhu. Jadi mikir untuk minum pil KB.

    BalasHapus
  12. bahaya banget jika sudah terkena penyakit strokee hmm ngerii yaaa

    BalasHapus