5 Tips Efektif Menagih Utang

"Uang tidak mengenal saudara atau teman."

Telah lama masalah utang piutang menjadi penyebab rusaknya hubungan persahabatan bahkan persaudaraan di antara anak cucu Adam. Meme dan quote bertebaran layaknya jamur di musim penghujan, sebagian berisi kalimat nasihat nan bijak, selebihnya berisi kalimat sindiran tanpa tedeng aling-aling : menohok sampai ulu hati.

Mau bagaimana lagi, kadang para pengutang memang seperti diserang Amnesia Lakunar : lupa segala-galanya yang berhubungan dengan sesuatu secara acak janji melunasi utang. Alhasil bikin geram para korban pemberi utang huhuhu

Para pengutang kadang seperti lupa diri. Ucapan manisnya saat meminta pinjaman ternyata enggak terbukti saat jatuh tempo janji untuk melunasinya semakin dekat. Enggak jarang mereka malah berkelit saat ditagih, bahkan hilang seperti di telan bumi. Duh!

Kasus dimana pemberi pinjaman justru dihina dan direndahkan oleh pengutang juga bukan satu-dua kali terjadi. Sikap pengutang yang justru lebih galak saat ditagih inilah yang kemudian menjadi biang pecahnya tali persahabatan bahkan persaudaran. Padahal pamer gaya hidup hedon di media sosial enggak berhenti, tapi buat bayar utang yang kadang jumlahnya juga enggak gede-gede banget, malah diperlambat.

Nah belajar dari beberapa pengalaman saat berurusan dengan utang piutang, beginilah cara saya menagihnya:

1. Tegas

Bersikap tegas bukan berarti marah, namun justru memberi batasan mengenai suatu hal. Biasanya saya enggak pakai basa-basi dengan menayakan kabar atau hal lain, karena yang saya butuhkan adalah kejelasan dalam pembayaran pinjaman. Jadi saya menggunakan kalimat yang langsung pada intinya, seperti:

"Salam, nanti (tanggal, bulan) pinjamannya ditransfer saja ke rekening (nama bank, nomor rekening, nama pemilik rekening), ya. Terima kasih."

2. Beri waktu

Wajar saja jika pesan yang kita kirimkan tidak langsung dijawab oleh peminjam. Hal ini bisa dikarenakan dia belum siap untuk menjawab atau memang belum membaca pesan tersebut. Jangan langsung marah. Beri waktu sampai 7 hari, sebelum mengirim ulang pesan penagihan. Untuk pesan kedua ini, kamu cukup memberinya waktu menjawab selama 3 hari.

3. Tahan Emosi

Fokuslah pada niatmu untuk menagih utang, jangan mengeluarkan kalimat merendahkan atau sesuatu semacam itu. Tetaplah bersikap sopan dan elegan. Ingat, hubunganmu dengannya hanya sebatas utang piutang.

4. Minta bantuan pihak ketiga

Masih gagal mendapat pembayaran piutang dari seseorang? Coba minta bantuan pihak ketiga. Namun bukan sembarangan orang ya, pastikan pihak ketiga adalah seseorang yang juga dikenal oleh peminjam agar ia tidak merasa diintimidasi. Diskusikan masalah kalian dengan kepala dingin.

5. Pilihan pembayaran

Seringkali alasan bahwa peminjam merasa keberatan untuk mengembalikan pinjaman dalam satu kali kesempatan adalah karena jumlahnya yang dia rasa cukup besar. Jika demikian, tawarkan pembayaran secara cicilan. Ya, daripada enggak dibayar sama sekali ya 'kan?

Nah begitulah 5 tips efektif dalam menagih utang yang saya lakukan. Kebanyakan sih berhasil walau akhirnya beberapan hubungan tetap saja kandas setelah utang piutang ini selesai hehehe

Yang jelas soal utang piutang ini memang enggak bisa diabaikan begitu saja. Bikin gregetan saat pengutang asik pamer hidup glamournya sementara pemberi pinjaman menarik ikat pinggang sampai lubang paling akhir huhuhu

Semoga tips di atas berhasil menyelesaikan tetek-bengek utang piutang yaaaaa

Kalau kamu punya cerita soal utang piutang, coba dong ceritain di kolom komentar. Siapa tau saya bisa belajar juga hehhehe


12 komentar

  1. Hahahaha saya pernah di blok temen sampai skrg karrna nagih hutang ke dia Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduhhh sabar ya. Kadang emang ada piutang yang bisa ditagih, tapi ada pula piutang yang jadi pengukur tingkat pertemanan. Semoga rezekimu makin banyak. Aamiin

      Hapus
  2. Biasanya kalo jumlahnya kecil, kalo orangnya amnesia, saya ikhlaskan saja. Setuju nih point nomor 1, langsung to the point aja, gak perlu basi basi lagi, toh tujuan kita kan emang nagih

    BalasHapus
  3. Aku pernah banget minta hutang ke tetangga.
    Hutangnya gak banyak tapi sampe tahunan gak dibayar. 🙈
    Saat terjepit banget, aku butuh tapi tak juga mau melunasi, aku SMS saja dah suaminya.
    Alhamdulillah langsung dibayar .
    Kadang cara begini yang langsung ampuh daripada di-PHP-in

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah saya ini orang yg galak kalo nagih utang. Tentunya tegas dan galaknya setelah melalui semua tahapan ala malaikat itu, dibaik-baikin dulu. Wkwkwkwk.

    Tapi gak jarang juga saya lupain dan ikhlasin. Itu kalo pas saya alhamdulillah lagi diberi kelebihan sama Allah. Kalo saya sendiri sempit, ya harus ditagih dong.

    BalasHapus
  5. Keluarga kami punya pengalaman susah nagih utang. Pas nih buat kami. hehe..

    BalasHapus
  6. Kadang susah juga kak kalo nagih utang. Bis yang ngutang lebih galak dari yang ngutangin wkwkw.

    BalasHapus
  7. Izin share ya mbaa wkwkwk lagi butuh untukk seseorangg nihh huhuu. Sampai skrg ga dibayar2 juga hutangnyaaaa. Huhu

    BalasHapus
  8. Duh, mendingan gak usah terlibat urusan utang piutang deh sama temen or sodara tuh ujungnya kisruh. Makan hati doang yang ada, emosi jiwa hahaha

    BalasHapus
  9. Kalau aku mbak, ngutangin = berniat mengiklaskan. Jadi, kalau aku nggak iklas ya nggak aku kasih. Jadi wes nggak mikir. Mau dibalikin Alhamdulillah, mau enggak ya udah. Tapi akadnya tetap utang.kalau dibalikin rejekiku,,,, yang penting mentalku siap kalau gag dibalikin

    BalasHapus
  10. Kalau aku mbak, ngutangin = berniat mengiklaskan. Jadi, kalau aku nggak iklas ya nggak aku kasih. Jadi wes nggak mikir. Mau dibalikin Alhamdulillah, mau enggak ya udah. Tapi akadnya tetap utang.kalau dibalikin rejekiku,,,, yang penting mentalku siap kalau gag dibalikin

    BalasHapus
  11. Betul nih, mau ditagih ya sungkan, gak ditagih ya butuh. Akhirnya sekarang ada tren gak mau minjemin tanpa adanya jaminan fisik kayak di bank. Kasihan juga akhirnya yang betul2 butuh, jujur, tapi gak punya jaminan.

    BalasHapus