Pernikahan Impianku: Sepatu dan Gaun Nikah yang Sederhana
Setelah sebelumnya saya membahas sebuah alasan mengapa akhirnya saya memutuskan untuk menikah, kali ini saya akan cerita mengenai persiapan pernikahannya uwuwuw
Padahal pernikahan saya udah jalan di tahun ketiga loh tapi baru dibahas sekarang hahahah
Pernikahan impian saya adalah sesuatu yang sederhana saja, ibarat prinsip ekonomi dimana dengan modal yang sekecil-kecilnya tapi mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Emang sih akibat efek masa kecil yang cukup rumit, saya jadi terbiasa perhitungan soal uang heheh
Saya ingin memaksimalkan setiap uang yang sudah dikeluarkan, jangan sampai terbuang percuma. Nah karena itulah saya ingin berbagi pengalaman siapa tau aja ada yang butuh pandangan lain soal pernikahan ini. jadi yuk langsung aja *_^
Make Up Wedding
Menggunakan alasan "enggak mau ribet", saya memutuskan untuk merias sendiri wajah bulat ini. Meskipun sebenarnya saya tidak mahir mengaplikasikan produk kecantikan, selama satu bulan sebelum hari H saya fokus belajar bagaimana menggunakan produk make up ke wajah. Dengan modal foundation Maybeline Fit Me, compact powder dan liquid eyeshadow dari ESQA, blink fame dan palet Madam Gie, dan lipcream Hanasui dan Y.O.U, saya pun tampil dengan wajah cerah ceria.
Gaun Pengantin
Setelah mencari inspirasi selama beberapa waktu, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan busana ala pengantin Melayu berwarna putih. Melalui marketplace, saya pun membeli gamis putih dengan aksen batu-baru kristal kecil di bagian peegelangan tangan dan bawah. Balik lagi ke alasan "enggak mau ribet" membuat saya mantap mengambil keputusan ini selain karena gamis tersebut dapat saya pakai lagi di kemudian hari. Sedangkan setelan untuk suami dijahit sendiri oleh ibu mertua. (Atas saat akad, bawah saat resepsi).
Sepatu Pengantin
Suami menggunakan sepatu hitam Yongki Komaladi yang sengaja dibeli untuk pernikahan kami, sayangnya ternyata suamiku memaksakan untuk membeli sepatu itu meskipun gak nyaman dipakai dan saya baru tahu belakangan. Andai aja dia cerita, saya pasti akan memberi saran untuk mencoba sepatu dari brand lain. Sedangkan saya menggunakan sepatu putih Keds lama yang sudah sering saya pakai sejak setahun yang lalu. Saya hanya mengganti talinya dengan tali sepatu putih bahan organdi transparan yang cantik dengan harga yang sangat teejangkau.
Kenapa saya gak pakai sepatu wedding yang cantik dengan aksen batu kristal atau mutiara?
Saya cuma ingin merasa nyaman sepanjang acara yang lama itu jadi menggunakan sepatu yang biasa saya pakai terdengar sebagai sebuah ide yang menarik.
Undangan
Karena keputusan yang tidak mencapai kata sepakat antara saya dan ibu, kami memutuskan untuk mencetak 2 jenis undangan: untuk tamu dari orang tua dan tamu dari mempelai. Undangan untuk tamu orang tua dipesan pada tetangga yang punya usaha cetak, sedangkan undangan tamu mempelai saya pesan via online. Alhasil baik undangan mempelai dan orang tua masih tersisa hahaha
Souvenir
Saya hanya menyiapkan sedikit souvenir untuk tamu undangan. Untuk rekan kantor saya bagikan souvenir berupa kantung belanja strawberry yang saya beli via online yang dibagikan saat saya menyebar undangan dua minggu sebelum acara berlangsung. Sedangkan untuk tamu-tamu di rumah, souvenir yang saya siapkan berupa ikat rambut, jepit rambut, dan bros kecil.
Dokumentasi
Mempertimbangkan saran dari keponakan dan rekan kerja, akhirnya saya berani mengalokasikan dana yang cukup besar di bagian ini. Saya booking untuk 2 hari: untuk pengajian dan akad pada Jumat, serta untuk resepsi pada Sabtu.




Posting Komentar untuk "Pernikahan Impianku: Sepatu dan Gaun Nikah yang Sederhana"