,

Ngobrol Film Mantan Manten : Perjuangan Mencapai Ikhlas

April 06, 2019

Gambar mungkin memiliki hak cipta


Judul                     : Mantan Manten

Genre                   : Drama
Sutradara            : Farishad Latjuba
Produser             : Angga Dimas Sasongko, Indra Nugroho Trenggono, Edi Taslim, Raharja Suwitono
Produksi              : Visinema, Kaskus
Durasi                   :
Pemain                 : Atiqah Hasiholan, Tutie Kirana, Arifin Putra, Tyo Pakusadewo, Marthino Lio, Dodit Mulyanto
Rilis                        : 4 April 2019


Sinopsis

Yasnina (Atiqah Hasiholan) terpaksa harus tinggal di Tawangmangu selama tiga bulan sebagai syarat untuk mengurus dokumen pembelian villa setelah ia bangkrut. Maryanti (Tutie Kirana), pemilik rumah, meminta Yasnina untuk menjadi pendampingnya sebagai perias pengantin. Merasa tak memiliki pilihan lain, Yasnina menyanggupi syarat tersebut.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Surya (Arifin Putra), tunangan sekaligus putra atasan yang membuat karirnya hancur, berjanji akan mencarikan calon pembeli untuk villa setelah semua dokumen selesai diurus. Namun pada hari yang ditentukan untuk mereka bertemu, Surya tak kunjung hadir. Yasnina yang putus asa memilih untuk tinggal lebih lama sebagai pendamping perias pengantin. Dan sejak kejadian itu, Surya tak pernah lagi muncul dalam kehidupan Yasnina.


Gambar mungkin memiliki hak cipta

Lalu suatu hari, Maryanti kedatangan sepasang ibu dan anak dari kota yang memintanya untuk menjadi perias pengantin pada upacara pernikahannya. Yasnina yang awalnya begitu bersemangat untuk membantu pernikahan tersebut tiba-tiba hancur saat mengetahui bahwa calon mempelai pria adalah Surya, tunangannya yang pergi tanpa kabar. Yasnina marah lalu memutuskan untuk pergi dari villa. Namun saat ia kembali, Maryanti tak lagi ada untuk menyambut kedatangannya.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Setelah Menonton...

Saat melihat judul dan warna posternya, saya sempat berpikir bahwa film ini akan memilih jalur komedi. Namun Farishad Latjuba rupanya ingin memberikan sentuhan yang berbeda, karena meski film ini tergolong ‘berat’, penonton tak harus berpikir keras untuk dapat mencena setiap makna hidup yang terselip dengan indah dan anggun di beberapa percakapan para tokoh.

Sayangnya saya merasa bahwa alur cerita film ini tak terlalu rapi. Begitu banyak lompatan waktu yang jika tidak diantisipas, akan membuat penonton bingung untuk mengikuti cerita selanjutnya.
Banyak hal yang saya suka dari film ini. Penggambaran Yasnina sebagai seorang wanita karir yang sukses, Surya yang rapuh di dalam namun terlihat sempurna di luar, maupun usaha Arifin (Tyo Pakusadewo) dalam melindungi putra satu-satunya, penulis tak mencoba menggiring penonton untuk  memihak salah satu tokoh.

Mengangkat tradisi bangsa khususnya Jawa, meski tak terlalu mendalam, menjadikan salah satu unsur yang menarik di film ini. Ada beberapa scene yang meski (bagi saya) belum terlalu jelas hubungannya namun masih bisa dimaklumi. Tentunya dengan mereka-reka sendiri, tujuan dari scene itu.


GIVE AWAY YUK!


HADIAH : 1 BUAH T-SHIRT MILLY & MAMET

Caranya mudah koq..
1. Follow akun twitterku di @mendadaksajak dan IG @mendadak_sajak
2. Mention minimal 3 teman kalian untuk ikutan dan RT cuitan link artikel ini;
3. Pemenang akan diundi secara acak lewat aplikasi;
4. Gratis ongkir untuk pemenang domisili Jabodetabek, dan subsidi ongkir Rp 10.000 untuk di luar Jabodetabek (jika ada);
5. Supaya malam Minggu kalian makin menegangkan, pemenang akan diumumkan pada Sabtu, 4 Mei 2019 (tersedia untuk 1 pemenang);
6. Jika pemenang tidak bersedia mengambil hadiah, maka hadiah akan jatuh pada kandidat pemenang selanjutnya.

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.