,

Ngobrol Film Homestay (2019) : Mengapa Kamu Mati

April 02, 2019

Gambar mungkin memiliki hak cipta


Judul           : Homestay
Sutradara    : Parkpoom Wongpoom
Produksi     : Jor Kwang Film
Produser     : Jira Mari gool, Vanridee Pongsittisak
Durasi         : 131 menit
Pemain        : Teeradon Supapunpinyo (Jamy Jamees), Cherprang Areekul

Min (Jamy Jamees) terbangun setelah dinyatakan meninggal semalaman. Namun ia kehilangan ingatan dan yakin bahwa itu bukan dirinya. Seseorang kemudian muncul dan mengaku sebagai Malaikat Penjaga. Ia memberi waktu 100 hari untuk mencari tahu alasan mengapa Min yang sebenarnya memutuskan bunuh diri.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Min masuk dalam kehidupan aneh seorang remaja; ibu berwajah murung, kakak laki-laki yang acuh, dan ayah yang terobsesi pada penelitiannya. Di sekolah, ia mengetahui bahwa Min yang sebenarnya merupakan seorang pendiam dan tak memiliki banyak teman. Namun Min yang sebenarnya menyimpan perasaan pada Pi, mentor sebayanya, sejak sekolah dasar.

Pencarian teka teki mengenai alasan mengapa Min yang sebenarnya bunuh diri, membawa Min pada kenyataan tentang perselingkuhan sang ibu, kebencian sang kakak, dan kegagalan sang ayah dalam penelitiannya. Min akhirnya juga mengetahui bagaimana usaha curang Pi untuk bisa masuk sebagai murid kelas olimpide. Mengetahui begitu banyak kepedihan yang melingkupi hidupnya, membuat Min hampir putus asa.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Jatah waktu 100 hari Min hampir habis sedang ia belum menemukan jawaban yang diminta Sang Malaikat Penjaga. Tercancam kematian yang mulai kembali membayanginya, seorang sahabat di kelas kesenian membuatnya sadar bahwa ia masih bisa menentukan pilihan untuk bahagia meski hidup tak akan pernah mudah.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Homestay jelas merupakan film yang membuat jantung ikut terpacu. Meski bukan bergenre horor, namun kejar-kejaran waktu dan kurangnya petunjuk mengenai jawaban yang di cari sang tokoh utama membuat penonton sedikit gelisah. Sayangnya plot film berdurasi lebih dari dua jam ini terasa berjalan cukup lambat dan agak membosankan, hal ini mungkin disebabkan oleh standar durasi film di negara Gajah Putih tersebut.

Gambar mungkin memiliki hak cipta

Scene saat Min menyadarkan Pi mengenai keputusannya yang keliru di kelas olimpiade memang cukup terasa melodramatis, namun scene dimana Pi menangis di kelas olimpiade sambil memegang gelas yang pecah justru terasa agak menakutkan. Atau mungkin sang sutradara memang sengaja memposisikannya seperti demikian?



Visual Effect yang ciamik di awal film seolah menjanjikan sajian kisah tegang dan penuh tekanan. Namun alur yang lambat membuat durasi dua jam terasa cukup berlebihan. Banyak percakapan tak selesai dan meninggalkan teka teki yang terasa memperumit jalan cerita. Sayang, semua berakhir hanya untuk sebuah pesan tentang pencarian jati diri dan perjuangan untuk tetap hidup yang lumayan kentang.


GIVE AWAY YUK!

Caranya mudah koq..
1. Follow akun twitterku di @mendadaksajak dan IG @mendadak_sajak
2. Mention minimal 3 teman kalian untuk ikutan dan RT cuitan link artikel ini;
3. Pemenang akan diundi secara acak lewat aplikasi;
4. Gratis ongkir untuk pemenang domisili Jabodetabek, dan subsidi ongkir Rp 10.000 untuk di luar Jabodetabek (jika ada);
5. Supaya malam Minggu kalian makin menegangkan, pemenang akan diumumkan pada Sabtu, 23 April 2019 (tersedia untuk 1 pemenang);
6. Jika pemenang tidak bersedia mengambil hadiah, maka hadiah akan jatuh pada kandidat pemenang selanjutnya.


Ini dia hadiahnya!!!!

Hadiah #1
Hadiah #2

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.