Ngobrol Film Guns Akimbo : Baku Tembak Sang Programmer Cupu




Mengawali bulan Maret, film action comedi besutan sutradara Jason Lei Howden, yang sebelumnya menulis untuk Deathgasm, hadir di layar bioskop tanah air. Duet antara Daniel Radcliffe dan Samara Weaving menjadi salah satu daya tarik bagi film dengan rating R yang sarat akan adegan brutal dan juga kejam ini. Dan kali ini #revieworangawam akan sedikit mengulas dan berbagi cerita tentangnya. Cekidot...

Sinopsis

Putus cinta dan terdesak oleh atasan di kantor yang menyebalkan, membuat Miles sangat terpuruk. Ia menghabiskan malam dengan minum alkohol dan berselancar di dunia maya. Hingga secara tak sengaja, ia menemukan sebuah siaran langsung aksi brutal pertarungan para penjahat kota yang dikelola oleh Skizm. Miles di bawah pengaruh alkohol mulai menyerang para penonton channel tersebut dengan komentar merendahkan.


Tak senang dengan kalimat yang dilontarkan Miles, pihak Skizm kemudian mendatangi kediaman sang programmer muda, menculik, dan mengebor jari-jarinya pada dua buah pistol berisi 100 butir peluru. Miles dapat bebas asalkan dia berhasil membunuh Nix, jagoan dalam siaran langsung tersebut. Padahal Miles bahkan tak tahu siapa Nix dan bagaimana cara untuk menemukan keberadaan sang lawan.

Dan yang paling parah adalah saat Nova, sang mantan pacar ikut diculik. Miles yang masih berharap bahwa ia punya satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan mereka sedang memaksanya mengubah rencana. Tanpa penampilan yang layak, ia harus menemukan Nix dan mengambil kesempatan untuk menyelamatkan nyawa semua orang.

Pendapatku Setelah menonton...

Meski sebagian besar durasi film dipenuhi adegan baku tembak dan kejar-kejaran yang lumayan intens, sayangnya Guns Akimbo tak memiliki kekuatan yang cukup dari segi cerita. Ia seperti guliran bola yang tertiup angin di padang pasir, dibiarkan bergulir liar dan tanpa arah. Sang sutradara seolah belum menentukan tujuan akan kisah Daniel, Samara, dan persediaan peluru yang tak pernah habis.

Lihat saja kecerobohan Miles saat berkomentar di channel Skizm yang kemungkinan besar merupakan situs dark web. Sebagai seorang programmer, sedikit banyak ia seharusnya tahu bahwa mengakses jaringan tersebut dengan laptop rumahan tanpa sistem keamanan khusus adalah sebuah kesalahan fatal. Dan yang lebih aneh lagi adalah bahwa Miles bahkan tidak berusaha untuk setidaknya menyelamatkan diri saat dirinya ketahuan.


Lanjut lagi dengan keputusan Miles yang keukeuh menemui sang mantar pacar bahkan dengan kondisi diri yang tak memungkinkan bener-bener bikin saya geleng-geleng kepala. Kenapa sih Miles enggak jelasin aja kalau dia sedang mengalami kesulitan dan enggak bisa menemui gadis itu di taman? Tapi Miles malah lebih milih buat lari-larian dengan jubah mandi dan sepatu tidur bermotif macan. Sungguh kelucuan yang terasa dipaksakan.

Kisah Nix dan keluarga juga sama nanggungnya. Ia seperti sengaja disematkan untuk memberi kesan bermoral akan jalinan kasih sayang antara orang tua dan anak, dimana Nix yang menjadi liar karena mengalami trauma masa kecil, terpaksa berhadapan dengan tokoh sang ayah yang bekerja sebagai petugas kepolisian. Sayangnya alih-alih bikin terharu ataupun tersentuh, rangkaian cerita yang mengikat mereka berdua seolah layu sebelum berkembang.


Setelah menyaksikan film Guns Akimbo, kita dapat melihat betapa sulit usaha Daniel Radcliffe untuk keluar dari sosok penyihir cilik yang begitu lekat terhadap dirinya sejak lama. Saya enggak tega banget melihat betapa ia sangat kesulitan dalam menjalani hidup sebagai seorang manusia biasa berkemampuan standar. Saya bahkan enggak sadar jadi berandai-andai bahwa tokoh Miles dapat mengucap mantra seperti Alohomora atau mungkin Expecto Patronoum.


Judul                  : Guns Akimbo
Genre                 : Aksi, Komedi
Rilis                    : 3 Maret 2020
Sutradara          : Jason Lei Howden
Produksi            : Occupant Entertainment, Four Knights Film, Maze Pictures
Produser            : Felipe Marino, Joe Neurauter, Tom Hern
Distributor        : Altitude Film Distribution, Madman Entertainment
Durasi                : 95 menit
Pemain               :  Daniel Radcliffe, Samara Weaving, Natasha Liu Bordizzo, Ned Dennehy, Grant Bowler, Edwin Wright, Rhys Darby

1 komentar

  1. I saw so many screenshots from this movie, but, I never considered about watching it. Maybe, I will do it this evening. The only thing I need is a good company.

    BalasHapus